By: DR. Jakoep Ezra, CBA, CPC.
Kualitas kepemimpinan pada diri kita dapat diukur. Pengukuran ini sangat bermanfaat untuk menemukan esensi kepemimpinan sejati, tangguh, dan tidak tergoncangkan.
Making Decision
Setiap hari tanpa disadari, kita mampu mengambil 500 keputusan biasa, dan 200 keputusan penting. Contohnya: di pagi hari, kita berkeputusan untuk bangun jam berapa, mandi, sikat gigi, berpakaian apa, pergi naik apa, bekerja seperti apa, ketemu siapa, berespons bagaimana ketika menghadapi tantangan.
Jika kita gagal mengambil keputusan, maka itu pun juga sebuah keputusan. Tapi jika kita terlatih dan berhasil, kita akan memiliki keputusan yang berkualitas setiap harinya.
Tiga tanda sebuah keputusan berkualitas. Pertama, berdampak baik bagi orang lain. Kedua, lahir dari hati yang benar. Ketiga, timing-nya tepat.
Sebuah keputusan berkualitas lahir dari seorang yang tangguh kepemimpinannya. Seorang pemimpin mesti berlatih untuk mengambil keputusan. Salah atau benar adalah tantangan seorang pemimpin untuk menghadapi risiko, atas keputusan yang diambilnya. Sebuah kualitas pasti harus diuji. Setiap pemimpin yang tangguh pasti harus teruji dalam kualitas keputusannya.
Giving Direction
Pemimpin yang tidak memiliki visi, pasti ditinggalkan pengikutnya. Karena setiap pengikut, pasti butuh arahan. Pemimpin tidak boleh kehilangan arah. Sekalipun tidak terlihat, arah tetap bisa dirasakan, dan bisa diyakini dengan iman. Karena arah yang benar adalah arah yang jelas targetnya, baku ukurannya dan benar motivasinya.
Tidak seorangpun mampu bertahan tanpa arah yang benar. Pemimpin yang tangguh selalu memiliki arahan yang berakibat timbulnya pengharapan, adanya kepastian, membentuk respons yang benar, serta membangun semangat.
Arah adalah tujuan. Mulailah memimpin dengan arah yang jelas, dan benar. Maka kualitas pencapaian akan terbentuk pada waktu proses pelaksanaannya. Mulai dengan pandangan yang jelas mengenai apa yang mau dicapai, akan mengobarkan semangat; harapan yang pasti; titik akhir yang terukur dan pencapaian yang pasti, apapun rintangannya.
Decisive
Ketegasan selalu menjadi problem klasik bagi para pemimpin yang gagal. Mereka mampu memutuskan tapi mudah dipengaruhi, sehingga mudah berubah. Perubahan situasi akan selalu menjadi tantangan setiap pemimpin. Perubahan adalah sebuah tantangan bagi sebuah ketegasan.
Mungkin saja ketegasan berbuahkan risiko. Tapi konsistensilah yang akan menyelamatkan sebuah ketegasan. Ketangguhan seorang pemimpin selalu disertai dengan karakter asertifnya. Asertif adalah kelembutan ditambah ketegasan. Seorang pemimpin tidak perlu takut dengan reaksi ketegasannya. Dia akan selalu siap jika mentalnya terlatih dengan berbagai perubahan. Ukuran ketangguhan sebuah kepemimpinan, pasti ditentukan oleh kekuatan ketegasannya.
Dignity
Nilai-nilai yang jelas dan benar akan menolong seorang pemimpin untuk menjaga martabatnya sebagai seorang pemimpin. Kegagalan utama seorang pemimpin yang tangguh adalah ketidakmampuannya menjaga marta-batnya. Kompromi adalah musuh martabat. Kemampuan menjaga martabat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti ucapan, tindakan, respons, penampilan, dan moral.
Dalam martabat ada integritas dan objektivitas. Integritas adalah keselarasan antara pikiran, hati, perkataan, serta tindakan kita. Objektivitas adalah keselarasan antara kepentingan diri dan kepentingan orang banyak.
Kasihilah dirimu sendiri, seperti engkau mengasihi sesamamu juga. Itulah martabat yang benar. Pemimpin yang tangguh pasti akan memperhitungkan harga diri kepemimpinannya, tanpa ha¬rus mengorbankan kepentingan orang lain. Martabat seorang pemimpin selalu diukur oleh orang lain. Tanpa martabat, kekuatan kepemimpinan akan runtuh.
Leader ship Quotient
Leadership Quotient dibangun oleh integrasi kualitas dari decision, direction, decisive, dan dignity. Perlu dilatih, perlu diasah, perlu dikembangkan, dan jangan pernah berhenti mempertajamnya. Tidak pernah instan, mesti diupayakan. Bentuklah, asahlah hingga kita semua mampu melewati ujian-ujian kepemimpinan.
11:39 AM
MS
Posted in: 

0 comments:
Post a Comment